Jangan Keliru! Begini Cara Membaca Hasil Rapid Test

Jangan Keliru! Begini Cara Membaca Hasil Rapid Test

Kasus pandemi virus Covid-19 di Indonesia yang semakin bertambah, tentu ini meningkatkan kewaspadaan pemerintah untuk menekan penyebarannya. Salah satu langkah yang dikeluarkan adalah rapid test massal di berbagai daerah. Bahkan rapid test terdekat juga telah disediakan oleh beberapa instansi kesehatan. Sehingga, lebih memudahkan masyarakat jika berniat melakukan tes deteksi virus Covid-19 secara mandiri.

Membaca Hasil Rapid Test

Hasil rapid test bukan menjadi alat diagnosis pasti untuk menentukan apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak. Meskipun tidak cukup akurat, tes ini dapat menjadi langkah seleksi awal untuk mengetahui paparan virus. 

Untuk itu, membaca hasil rapid test perlu diperhatikan dengan benar meski proses pengambilan dan keluarnya hasil dapat dilakukan dengan cepat. Lalu, bagaimana cara membaca hasil rapid test dengan benar?

1. Setelah 15 menit pengambilan sampel darah, pastikan terdapat garis dalam alat tes yang muncul. Berikut ini kriteria dalam membaca garis yang muncul pada alat rapid test:

  • Jika tidak ada satupun garis yang muncul dari ketiga indikator pada alat rapid test setelah 15 menit pengambilan sampel darah, maka tes tersebut harus diulang kembali.
  • Sedangkan jika hasilnya  non-reaktif, maka garis akan berada pada indikator C.
  • Untuk hasil reaktif, garis akan muncul pada indikator IgM (immunoglobulin) yang menjadi pertanda bahwa Anda berada dalam fase awal infeksi.
  • Anda juga dapat dinyatakan reaktif ketika garis pada alat rapid test berada pada indikator lgM dan lgG. Garis pada indikator tersebut menunjukkan bahwa terdapat infeksi virus aktif dalam tubuh Anda.


Pembacaan hasil rapid test tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Karena, hasil interpretasinya bisa berbeda dan menyesatkan. Sehingga, lakukanlah rapid test di tempat-tempat terpercaya. Anda juga bisa melakukan rapid test terdekat dari rumah Anda.


2. Pastikan pita kontrol pada alat rapid test bekerja dengan baik

Indikator pita kontrol dikatakan dapat bekerja dengan baik adalah ketika muncul setelah pengambilan darah dilakukan. Dalam alat rapid test, umumnya terdapat 1 hingga 3 pita kontrol. Untuk membaca hasilnya, Anda perlu memperhatikan proses kerja rapid test. Pita kontrol yang berfungsi dengan baik dapat membantu Anda membaca hasil rapid test.

Meskipun merupakan tes cepat, rapid test perlu dilakukan dengan hati-hati. Bahkan, pengambilan volume sampel darah pun harus sesuai dengan takaran yang pas. Ketepatannya dapat dilihat dari bagaimana jumlah darah yang diteteskan ke alat tes dan waktu pengambilan sampel. Jika sampai salah atau keliru dalam penetapan waktu, hasilnya pun dapat salah dan tentunya merugikan pasien. Maka tidak heran jika kuota pengambilan sampel darah rapid test selalu dibatasi. 

Jika Anda berniat melakukan rapid test secara mandiri, pastikan bahwa instansi kesehatan yang Anda tuju menyediakan layanan tersebut. Untuk itu carilah informasi melalui platform terpercaya, seperti aplikasi Halodoc. Aplikasi Halodoc dapat membantu Anda menemukan layanan kesehatan rapid test yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. 

Itulah cara tepat yang perlu Anda perhatikan dalam membaca hasil rapid test. Namun, akan lebih baik jika Anda melakukan tes deteksi virus di instansi kesehatan penyedia layanan rapid test terdekat.  Meskipun rapid test tidak cukup akurat untuk mendeteksi Covid-19 dalam tubuh, setidaknya Anda melakukan tes tersebut bersama tenaga medis ahli dan terpercaya sehingga mereka akan membantu memberikan informasi yang tepat untuk Anda.

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger