Guru Honorer Akan Diangkat Menjadi PNS Tahun Ini? Guru Honorer Akan Diangkat Menjadi PNS Tahun Ini? - PijarKita

Thursday, February 8, 2018

Guru Honorer Akan Diangkat Menjadi PNS Tahun Ini?

Ada kabar baik bagi para guru honorer karena guru honorer akan diangkat menjadi PNS tahun ini. informasi tersebut bersumber dari republika yang mena telah menjelaskan bahwa informasi tersebut datang langsung dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres telah memastikan bahwa pemerintah akan mengangkat guru yang saat ini berstatus honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun ini.


Bapak Wakil Presiden telah menyampaikan pada saat memberikan pengarahan pada ajang Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 yang beradad di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Semoga hal tersebut bisa menjadi kabar gembira bagi para guru yang saat ini masih berstatus honorer.

Saat ini kabarnya di Indonesia sedang mengalami kekurangan guru dan Wapres sudah berbicara dengan Menteri Pemberdayaan Apatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang rencana pengangkatan Guru honorer. Menurutnya bahwa selama beberapa tahun terakhir jumlah guru yang pensiun lebih banyak daripada guru yang diangkat. Ada dasar hal tersebut, pemerintah kabarnya telah sepakat untuk mengangkat guru honorer menjadi PNS.

"Karena itu saya sudah bicarakan, dan Presiden sudah setuju untuk mengangkat guru (honorer) yang puluhan ribu itu, kita angkat, tidak menjadi soal," ujar Jusuf Kalla, Rabu (7/2). dikutip dari republika.

Jusuf Kalla mengatakan, guru honorer harus mendapatkan perhatian. Bukan tanpa sebab. Mereka telah berjuang untuk memajukan pendidikan. Oleh karena itu pula, para guru honorer itu tidak selayaknya mendapatkan gaji yang rendah.

Berkaca dari kasus guru honorer SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Ahmad Budi Cahyanto (26) yang meninggal dunia akibat dianiaya muridnya, Wapres mengatakan, kemungkinan salah satu faktor guru itu dianiaya karena berstatus guru honorer. Guru honorer tidak dianggap berwibawa.

"Tentu kita sedih sekali mendengar guru dengan gaji yang Rp 400 ribu, kemudian pula mungkin karena kurang berwibawa karena gaji rendah, maka akhirnya dilawan muridnya. Tentu itu sedih sekali mendengarkan itu, karena itulah kita harus perhatikan," kata Wapres.

sumber

Shares

Artikel Terkait :

0 comments:

Post a Comment


Top